Senin, 14 April 2014
Kelaka April
Five friends lived in a room, namely Mad, Brain, Fool, Somebody & Nobody.
One day, Somebody killed Nobody.
At That time Brain was in bathroom,
Mad called Police.
Mad : "Is it Police Station?
Police : "Yes, what is the matter?
Mad : "Somebody killed Nobody."
Police : "Are you mad?
Mad : "Yes, I am Mad."
Police : "Don't you have Brain?
Mad : "Brain is in bathroom."
Police : "You fool!
Mad : "No……"
Fool is reading message very seriously.
Happy April fool's day ...
Sabtu, 12 April 2014
Jangan Mati Dalam Kebodohan, Jangan Mati Dalam Ketidaktahuan
Jangan mati dalam kebodohan, jangan mati dalam ketidaktahuan. Banyak penyakit bisa kita tangkal, bisa tidak menimbulkan kematian.
Tuan Ma Yi Chu pernah berkata : "tak silau pada ketenaran, tak gentar pada hinaan, dengan tenang pandanglah bunga di halaman, ada yang mekar, ada pula yang rontok. Jangan peduli untung dan rugi, tengoklah awan berarak dan bergumpal di langit sana."
Begitu besar dada orang itu.
Agar hati tetap lurus dan gembira, orang daerah mengatakan harus "Tiga macam yang menyenangkan hati" :
Pertama : Membantu orang lain kita merasa senang hati.
Kedua : Apabila merasa cukup, merasakan senang hati.
Ketiga : Tahan banting, optimis.
Dokter terbaik adalah diri sendiri. Obat yang terbaik adalah waktu. Hati terbaik adalah hati yang tenang. Olah raga terbaik adalah berjalan kaki.
Dari : Gaya Hidup & Kesehatan. Hidup sehat sampai 100 tahun bukan sebuah impian. Hung Cao Kuang, Prof.
Senin, 07 April 2014
Di Rumah Sang Maha Penyayang
Di Rumah Sang Maha Penyayang.
Meski datang sudah agak awal, masih terasa terlambat.
Seorang terlihat sedang memberikan ceramah, duduk di hadapan mimbar, di atas sebuah hambal. Pelajaran yang disampaikan terasa lengkap dan mendalam.
Bau kasturi, memenuhi ruangan. Orang yang datang sebagian besar mengenakan baju terbaiknya, yang bekas strikaannya masih jelas tergaris, meski kebanyakan masih sangat sederhana.
Suara jelas, berkat sistim suara yang bagus. Dan, susunan penggemaan struktur mesjid ini yang cukup baik, sangat mendukung kejelasan kata yang diucapkan.
Sebagian besar, yang masuk, melakukan shalat dua rakaat. Orang tua yang datang dengan membawa anaknya yang masih kecil pun terlihat melakukannya. Mereka melakukannya bersebelahan.
Beberapa menit sebelum sampai waktu Zuhur, ceramah itu selesai.
Diteruskan dengan penjelasan dan pengumuman pengurus mesjid.
Berterima kasih pada para hadirin, menyebutkan pejabat, dan para ulama yang hadir. Berterima kasih pada yang telah menyampaikan saras dan terjemahan kitab kuning yang baru diselesaikan tadi (ternyata itu, baru tahu, makanya terasa dalam sekali). Menyampaikan undangan pengajian hari Minggu, melaporkan keadaan keuangan, memperkenalkan khatib imam dan bilal.
Beduk dibunyikan.
Beduk dengan irama pelahan semakin cepat iramanya dan semakin keras ketukannya, dan menjadi perlahan kembali dengan segera, diulangi lagi dengan irama pelan semakin cepat dan menjadi perlahan lagi. Diikuti ketukan pada kayu dinding bedug beberapa kali, dan diakhiri dengan beberapa pukulan akhir.
Azan
Sebagian besar melakukan shalat sunah lagi.
Dilanjutkan pengantar dari bilal, yang berdiri memegang tongkat khatib, menyampaikan pesan berdiam saat khatib berbicara pesan di mimbar, menyebutkan Allah berbersalawat pada Nabi dan seterusnya.
Khatib naik ke mimbar, sambil membawa tongkat yang dipegang bilal tadi dan duduk.
Azan lagi
Khatib berdiri menyampaikan pesan sesuai rukun kuthbah dan kemudian menyatakan akan berbicara masalah keadilan. Bersejarah tentang Nabi Daud dan kemudian anaknya Nabi sulaiman, menceritakan peristiwa perebutan bayi oleh dua orang ibu, menceritakan kisah bahwa Nabi Muhammad juga menyatakan akan memotong tangan anaknya jika anaknya telah mencuri, menyatakan Umar tidak berkeberatan apa-apa ketika anaknya yang berzina dihukum rajam, tentang Ali, yang ketika baju zirahnya dicuri, kemudian tuntutannya dikalahkan dalam persidangan karena tidak cukup bukti. Mengisyaratkan perbandingan semua itu dengan keadaan yang ada di dalam masyarakat saat ini.
Renungkanlah.
Semua contoh melakukan keadilan, dan keadilan tidak pandang bulu.
Khatib duduk sebentar.
Khutbah kedua disampaikan seperti biasa. Keselamatan bagi semua, sepanjang masa. Dan semua hal-hal terbaik yang diinginkan. Pinta penuh kecemasan dan harapan.
Iqama
Lalu semuanya berdiri, merapatkan barisan. Imam bersuara merdu memimpin, membacakan ayat-ayat dengan fasih dan mantap, saat-saat tertentu bahkan dapat membuat pendengarnya mengucurkan air mata.
Menambah kekhusyuan.
Hingga salam.
Doa mengakhiri semua kejadian itu, diaminkan terus menerus bersahut-sahutan, hingga serasa doa itu memenuhi hati, bergantungan di bawah kubah, di dalam Rumah ini. Menggemakan harapan ke tujuan asalnya.
Berangsur-angsur semua meninggalkan Rumah ini.
Rumah Sang Maha Penyayang.
Catatan :
Di Rumah Sang Maha Penyayang ini, pengunjung masih tidak perlu takut kehilangan alas kaki, meski tidak ada yang menjaganya. Baik bukan?
Minggu, 06 April 2014
Gorontalo
Pigi mancari.
'Pigi mancari'
Jika ditanya, atau ketika sapa menyapa. Itu kata-kata, jawaban umum masyarakat awam di Gorontalo.
Mana?
Pigi Mancari.
Cari apa?
Cari apa aja. Terutama cari penghidupan.
Berbicara dengan bahasa Indonesia bercampur bahasa daerah, tanpa basa basi. Bikin terkejut. Terutama bila berbicara dengan sopir bentor.
Tapi tidak apa-apa, mereka hanya sedang mancari. Semuanya baik-baik aja.
Djalaludin
Lapangan terbang Djalaludin, berada di barat danau Limboto. Di cekungan datar, sebuah lembah yang terlingkup perbukitan. Kalau akan mendarat, biasanya, pesawat terbang akan turun berputar bertahap ke cekungan itu, untuk kemudian mendarat, biasanya juga, dari arah danau Limboto, yang cukup luas cekungannya.
Pada subuh berkabut, pendaratan agak sedikit berbahaya. Siang berangin pun sama berbahayanya.

Pada subuh berkabut, pendaratan agak sedikit berbahaya. Siang berangin pun sama berbahayanya.

Tidak Boleh
Di Gorontalo, bentor jadi raja jalanan. Kemana pun pergi, bentor siap sedia.
Kecuali ....
Kecuali ke daerah berbukit terjal sepanjang pantai atau gunung-gunung di pedalaman.
Coba minta diantar ke Bongo, sebuah desa pantai di barat Gorontalo.
'Tidak boleh' jawabnya.
?
Siapa yang larang?
'Tidak boleh, soalnya bukit terjal,' dia bilang lagi sambil mengisyaratkan dengan lengannya, betapa terjal bukit-bukit kapur di sepanjang pantai itu.
Oo tidak bisa mendaki, bukan tidak boleh kalau begitu. Tidak apa-apa, jadi, kita pergi aja.
'Tidak boleh.'
Jawabannya masih sama.
Coba lagi dengan bentor lainnya.
'Tidak boleh.'
Jawaban setali tiga uang.
Di gas habis aja pada gigi satu, pasti bisa.
'Betul, bisa, tetapi, turunnya yang tidak bisa, sudah ada yang celaka. Jadi, ya, tidak boleh.'
Percakapan selanjutnya cukup menjelaskan.
Bentor, motor bebek, yang dipotong garpu roda depannya, disambung dengan semacam gerobak, dengan bentuk yang sedikit modis, dengan aksesoris, lampu, sistim suara, dan ditambahkan atap berbentuk mirip sayap serangga, ada di mana-mana.
Yang hilang, rem depan sepeda motor.
Karena gerobak yang ditambahkan tidak memiliki rem, bobot gerobak, ditambah penumpang, yang lebih berat, akan segera menarik kendaraan itu saat menurun terjal. Roda belakang dengan rem sekalipun, berikut supirnya, akan ikut turun terbawa.
'Ada beberapa yang sudah celaka, hantam itu batu besar,' ceritanya.
Bentor bisa naik ke bukit mana pun, tetapi berbahaya saat menurun. Jadi ya, itu berarti berbahaya, bukan berati tidak boleh kan?
'Ya, ya, betul begitu. Jadi kesana kita,' tegasnya lagi dengan tekanan suara khas Gorontalo, 'tidak boleh.'
Golf Gorontalo
Lapangan golf ada juga.
Di sebelah utara jalan ke Bandara.
Terlihat jelas pada saat pesawat terbang memulai perjalanan meninggalkan Bandara.
Ada sembilan hole kelihatannya.
Senin, 31 Maret 2014
Janji
The Amazing Representative
Beberapa detik potongan film, dan sedikit script, dari 'The Amazing Spiderman'.
.....
Saat Peter datang terlambat masuk kelas, sang guru menegurnya.
Peter berucap : 'Baik bu, tak kan kuulangi.'
Gurunya menanggapi : 'Jangan berjanji kalau tidak bisa memenuhinya.'
Setengah berbisik, agar tak didengar oleh sang guru, tetapi cukup keras untuk didengar Gwen, yang duduk tepat di depannya, Peter mengatakan : 'Ya, tapi itulah yang terbaik yang dapat kulakukan.'
......
Hampir seperti itulah yang dilakukan para calon dalam pemilihan umum, pada potongan pidato kampanye. Kampanye para Amazing Representatives. Mungkin memang semata janji, hal terbaik yang dapat mereka berikan.
.....
Sangat jujur mereka.
Sungguh tulus, jika ia tulus.
Tapi, renungkanlah lebih dalam.
Janji menjadi hal yang terbaik yang dapat diberikan, sangat tergantung pada alasan apa yang membuatnya tidak terpenuhi.
1 April 2014
Minggu, 16 Maret 2014
Penting! Lakukan!
Lakukan!
Lakukan sesuatu untuk seseorang!
Sesuatu yang dia anggap penting, meski engkau menganggap hal itu tidak penting. Padahal dia dan engkau sama-sama tidak tahu, apakah hal itu penting atau tidak bagi dia ataupun bagi engkau.
Maka.
Orang yang lain lagi akan melakukan sesuatu.
Sesuatu yang dia anggap tidak penting, meski engkau menganggap hal itu penting. Padahal dia dan engkau sama-sama tidak tahu, apakah hal itu penting atau tidak bagi dia ataupun bagi engkau.
Penting!
Lakukan!
16 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)







