Kamis, 22 Agustus 2013

Ulang Tahun


 
 
Selama beberapa tahun, ada beberapa pesan ulang tahun yang pernah tersampaikan. Beberapa kalimat, terutama do'a, diulang kembali. Tergantung suasananya, dan siapa penerimanya.

 
 
Ulang Tahun I.

 
Sayangku.

Berapa lama kita sudah bergaul.
Menghabiskan tahun demi tahun.

Masa-masa baik, yang, kalau ada saat tidak baiknya dengan ikhlas kau simpan dihati.
Sehingga hanya kebaikanlah yang aku rasakan.

Apa lagi yang harus aku harapkan?

Syukur.
Terima kasih padamu.
Dan Puji Tuhan.

Selamat ulang tahun ya sayang.

Mudah-mudahan di tahun mendatang, waktu akan menyempurnakan apa yang telah engkau perbuat dan alami.
Dan Tuhan merahmatimu, selalu.

Amin.

 

Ulang Tahun II.

 
Ulang tahun?

Ke berapa tahun?

Bagiku.

Aku hanya mengulang-ulang hal yang sama dari hari ke hari.
Itu ke itu.
Makan, tidur, kerja istirahat, susah, senang, risau, gembira, sedih, bahagia. 
Apa saja. 
Semuanya.

Akhirnya. 
Tahun ke tahun ku, berlalu juga, cuma begitu begitu saja.
Lagipula, aku tidak menghiraukan ulang tahun. 
Itu bukan aku.

Tapi buat kamu Sahabatku.
Kehidupan itu harus dan sudah menjadi sesuatu, yang hanya engkau yang tahu.
Hari-harimu sudah kau perlakukan dengan sesuatu, yang hanya engkau yang tahu.
Tahun-tahunmu sudah engkau lewati dengan sesuatu, yang hanya engkau yang tahu.
Dan aku tahu itu penuh dengan kebaikan.

Betul kan.

Dan kalau kata engkau, engkau ulang tahun hari ini.
Mudah-mudahan waktu akan menyempurnakan sesuatu itu, yang menurutmu terbaik bagimu.  
Engkau sendirilah yang tahu apa yang terbaik bagimu. 
Mungkin di hari ulang tahunmu ini engkau berkesempatan merenungkannya.
Maka, pikirkanlah.
Mudah-mudahan hari ini dan ke depan dan seterusnya, semua akan baik bagimu.
Mudah-mudahan engkau yang sudah baik segala sesuatunya pada keadaanmu saat ini menjadi jauh lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Amiinn. Ya Rabbal 'Alamin.

Karena semua kita sudah mendengar langsung, hampir semua.‎​

 
 
Ulang Tahun III.

 
Mau ngasi hadiah apa ya?
Mau dikasi petuah, yang mau ngasi petuah nggak lebih pinter dari yang mau dikasi petuah. 
Mau dikasi uang, yang mau dikasi punya lebih banyak dari yang mau ngasi.
Mau dikasi nasehat, yang mau memberi nasehat lebih membutuhkan nasehat dari pada yang mau diberi nasehat. 
Jadi ya kasi selamat aja deh. 
Tahniah.
Met ut ya.
Mohon segala sesuatu berkenaan dengan hamba dihalalkan, dan semua kekeliruan hamba dimaafkan.

Terima kasih ya.

Salam, sejahtera selalu.

 
 
Ulang Tahun IV.
 

Selamat ulang tahun ya.
Ingat.
Sisa umurmu sangat berharga.
Nikmati tiap detik hidupmu, meski detik-detik tidak menyenangkan sekalipun, karena, sungguh, waktumu akan berlalu kian cepat.
Kian cepat dan semakin tidak terasa.
Gunakan waktu itu, selagi bisa.
Jangan sampai lewat tersia-sia. 
Sayang, kalau dilalui tanpa arti.
Sekali lagi.
Selamat ulang tahun ya, sayangku.
Mudah-mudahan di tahun mendatang, engkau dapat menyempurnakan apa yang telah engkau perbuat dan alami.
Dan Tuhan merahmatimu, selalu.

Aamiin.

 
 
 
22 Agustus 2013.
Buat siapa saja yang berulang tahun.

Kamis, 08 Agustus 2013

Penyampai Salam Pada 1 Syawal 1434 H

 
 
 

Sungguh, sangat mulia hati orang-orang yang bersegera dan telah seolah berlomba lebih dahulu menyampaikan salam.
  
Dikatakan pula, orang yang menghaturkan salam lebih dahulu, memiliki tingkat keutamaan tiga kali lebih tinggi dari pada yang menerimanya.
 
 
Sungguh merugi kami yang sudah lamban, sering alpa dan mulai pikun ini. 

Mohon maafkan kami lahir dan batin. Kami, dengan gulana, menerima semua salam itu. Allah akan membalasnya dengan yang setara, bahkan pasti lebih dari yang seharusnya. 
 
 
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmatNya kepada semua yang telah lebih dahulu menyampai salam, selalu, selamanya.
 
Aamiin.
 
 
 
 
1 Syawal 1434H.

Selasa, 30 Juli 2013

Soli Deo Gloria


Soli Deo Gloria.

 

Mulanya kukira,

Jalan Menuju Ke Surga.

 

Rupanya,

Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan.

 

 

30 Juli 2013

hidupkatolik.com 




Rabu, 24 Juli 2013

Siapakah Engkau

 
 
Siapakah engkau?

Berapa kali engkau hinakan dirimu dengan berdiri di hadapan mereka,  meminta bantuan dan pertolongan mereka?
Berapa kali mereka merasa keberatan dengan permintaanmu, mereka bermuka masam, cemberut, dan menghinamu?
 

Siapakah engkau?

Berapa kali engkau hinakan mereka ketika mereka berdiri di hadapanmu,  meminta bantuan dan pertolonganmu?
Berapa kali engkau merasa keberatan dengan permintaan mereka, engkau bermuka masam, cemberut, dan menghina mereka?
 
 
 
 
26 Juli 2013.

Ugahari

 
 
 
Ugahari

Hidup dalam saat ini.
Tidak berlabuh dimana-mana.
Tidak menyimpulkan.
Tidak berusaha menjelaskan.
Tidak memperdulikan awan di langit, juga tidak air di bumi.
Bagai orang bisu yang mencicipi madu.  
 
Semua sudah pada tempatnya.
Biji-bijian gugur pada tempatnya
Begitu juga rerumputan, daun dan bunga, kolam, sungai, gunung-gunung, dan pelangi.
Semua ada pada tempatnya.
 
Menemani keseharian.
 
Ugahari
 
Mandi, berganti pakaian, makan, bekerja, berolah raga, tidur, bermimpi.
Hidup dengan kewajaran alami, dengan sepenuh hati.
 
Ugahari.
 
Menjalani kehidupan dengan hal biasa.
Semua hal biasa yang penuh keajaiban.
Semua, di luar jangkauan kata-kata.  
 
Ugahari.
 
Sadar.
Semua baik.
Semua waktu, baik.
Semua tempat, baik.
Semua bergantung pada diri sendiri.  
 
Ugahari.
 
Sepenuh hati.  
 
 
 
25 Juli 2013
'The Book Of Zen, Kebebasan Berfikir', Tsai Chih Chung, 2012.

Minggu, 21 Juli 2013

Puji Dan Cela Saya

 

 
Saya.
Senang dipuji, meski tidak.
Gerah dicela, meski iya.  

Padahal.
Pujian, celaan, sama saja.
Pemuji, pencela, sama saja.  
 
Mereka hanyalah kata-kata.  

Tetapi.
   
Mereka, kata-kata yang perlu dicerna.

Maka, renungkanlah seperlunya.  

Boleh jadi, kebaikan mereka, sesungguhnya hal yang setara dengan celaku.
Atau, kukira puji, padahal sesuatu yang penuh dengan cela adanya.  

Boleh jadi juga, cela mereka, sesungguhnya hal yang setara dengan kebaikanku.
Atau, kukira cela, padahal sesuatu yang penuh dengan kebaikan adanya.     
 
 
 
21 Juli 2013
'Guru Sufi Menjawab, Memahami Ajaran Ilahi Dari Yang Ringan Hingga Masalah Gaib' Allamah Sayyid Abdullah Alwi Al Haddad, 2012.

Sabtu, 20 Juli 2013

Tidak Ada Yang Aneh

 

 
 
Tidak ada yang aneh.  

Manusia memilih berdasarkan pengetahuannya.  

Pengetahuannya,
terutama, tentang dirinya sendiri,
sangat menentukan caranya berfikir.  

Lalu, dunia penuh ragam.  

 
Tidakkah engkau lihat?        
 

 
Meski pengetahuannya terbatas.
Meski pengetahuannya sering keliru, karena tidak tahu.
Meski pengetahuannya sering keliru, karena tidak mau diberi tahu.

 
Tetap saja.

Ia,

dengan pengetahuan yang diyakininya itu.

Meski, 

ketika untuk menunjukkan pagi hari pun sudah diberi petunjuk,
dan, ayam sekalipun sudah mengetahuinya, 

tetap,

ia tidak mengubah keyakinannya.


 
Tetap saja.

Dengan dasar sebegitu itu, ia memilih.  
 
 
Hati telah terperangkap dan dibentuk didalamnya.  
 
 
Lalu, dunia penuh ragam.  
 
 
Tidakkah engkau rasakan?    
 
 
 
 
20 Juli 2013
'Guru Sufi Menjawab, Memahami Ajaran Ilahi Dari Yang Ringan Hingga Masalah Gaib' Allamah Sayyid Abdullah Alwi Al Haddad, 2012.