Jumat, 07 Januari 2011
Tahun Baru?
Berapa lama kita sudah bergaul. Menghabiskan tahun demi tahun.
Kala suka, tertawa. Tidak terlalu mentertawakan. Sedih, mendengarkan. Tidak terlalu menyalahkan.
Masa-masa baik, yang, kalau ada saat tidak baiknya dengan ikhlas engkau simpan dihati.
Sehingga, hanya kebaikanlah yang aku rasakan.
Apa lagi yang harus aku harapkan? Syukur. Puji Tuhan.
Mudah2an.
Tahun mendatang.
Waktu akan menyempurnakan apa yang telah kita alami.
Sabtu, 11 Desember 2010
Indah
Keindahan adalah : Kata-kata, perbuatan dan senyum, yang lembut dan sederhana.
Keelokan adalah : Hati yang seimbang, tertib, dan terpelihara.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Mengalami
Ketika aku renungkan bahwa seisi alam tidak ada yang abadi, dan kehidupanku sendiri akan ada akhirnya,
lalu,
hal yang mungkin kurasakan paling bernilai dalam kehidupanku ini adalah 'mengalaminya'.
Mengalami kehidupan ini sangat tidak ternilai.
Ketika merenungkan, mengalami ada Engkau dikehidupanku, aku tidak tahu, apakah aku mau tersenyum atau menangis mengenangnya.
Sabtu, 11 September 2010
Idul Fitri
Kekasihku
Kata-kataku jauh dari halus. Sehalus apapun aku berucap, akan ada suara yang melukai hatimu.
Bijaksana, sungguh sebuah kata yang sangat asing bagiku. Sebijak apapun aku bertindak, justru ketidakbijakan yang sering merusak rasa riangmu.
Jiwamu terusik, hatimu masgul. Karena salah dan khilaf tidak pernah lepas dari laku dan kata ku.
Sedalam apapun aku berusaha, hatiku tak kan mampu memahami isi hatimu. Apalagi melihat akibat kata dan bekas luka yang kubuat. Mungkin, akan hanya tinggal sesal yang akan memberatkan hatiku.
Kalau ada kuperoleh kegembiraan hari ini, yang akan menenangkanku, itu karena hatimu yang memaafkanku.
Iya, Sayangku
Dengan hati yang mengharu biru ini, aku Mohon Maaf atas semua hal yang mengusik kebersahajaanmu.
Maafkan aku ya, Sayang.
Senin, 08 Maret 2010
Seputar Muria
Entah dimana aku mendengarnya.
'Berkata dengan rasa.'
'Mendengar dengan hati.'
Mungkin disini.
'Menara Kudus'

Atau disini.
'Masjid Demak'

Lupa.
Sabtu, 20 Februari 2010
Pita Penggaduh

Kedengarannya seperti di negara tetangga. Tapi ini di Bali, di sekitar lingkungan Fakultas Sastra, Universitas Udayana.
Polisi tidur yang tipis seperti pita diatur berjajar untuk mengejutkan pengendara agar berhati-hati.
Di jalan toll juga ada. Biasanya menjelang pintu toll.
Kalau ada kegaduhan yang membangunkan pengendara yang ngantuk setengah tidur, itulah dia Pita Penggaduh.
Mushalla Di Terminal Bis Sampit
Mushalla Terminal Sampit
Di pojok terminal bus Sampit ada mushalla kecil. Maghrib-nya ada jamaah kecil sekitar sepuluh orang. Tetapi jamaah di sini, kelihatannya, menikmati shalat dengan wirid-wirid setelahnya yang khas umum di serata Indonesia : membaca surat-surat al-Quran, ayat-ayat khusus dan asma Allah. Bacaan yang lazim juga dibacakan pada awal bacaan saat tahlilan yang umum. Kemudian imam mempersilakan salah seorang makmum memimpin pembacaan do’a-do’a umum, biasanya pula ada makmum yang khusus malakukan tugas itu, kemudian ada bacaan surat dan fatihah dilanjutkan lagi dengan pembacaan do’a, dipimpin langsung oleh imam sendiri, dengan do’a yang lebih singkat.
Masya Allah.
Di pojok terminal bus Sampit ada mushalla kecil. Maghrib-nya ada jamaah kecil sekitar sepuluh orang. Tetapi jamaah di sini, kelihatannya, menikmati shalat dengan wirid-wirid setelahnya yang khas umum di serata Indonesia : membaca surat-surat al-Quran, ayat-ayat khusus dan asma Allah. Bacaan yang lazim juga dibacakan pada awal bacaan saat tahlilan yang umum. Kemudian imam mempersilakan salah seorang makmum memimpin pembacaan do’a-do’a umum, biasanya pula ada makmum yang khusus malakukan tugas itu, kemudian ada bacaan surat dan fatihah dilanjutkan lagi dengan pembacaan do’a, dipimpin langsung oleh imam sendiri, dengan do’a yang lebih singkat.
Masya Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)