Selasa, 13 Mei 2014
Sabtu, 10 Mei 2014
Herb Feith
Pada salah satu hari Jum'at siang, bulan Desember 1992.
Cuacanya terik.
Jamaah Jum'at sedang tekun mendengarkan khotbah. Di tengah-tengah jamaah itu, duduk, sesekali berpeluk lutut, seorang bertubuh kecil agak kurus, brewok tipis, berkacamata agak tebal, dengan seksama mendengarkan khotbah yang disampaikan. Berbaju kemeja corak batik, layaknya seorang Indonesia, berbaur sebati dengan jamaah.
Selesai khotbah, semua berdiri memulai shalat Jum'at, dia pun berdiri, berbaris bersama safnya.
Sembahyang Jum'at pun dimulai.
Hari ini, tahun 2014, ada buku terjemahan ke Bahasa Indonesia tentang diri orang itu, Herb Feith, seorang Yahudi Swedia, boyong ke Australia, yang meninggal pada kecelakaan tragis pada November 2001, dijual di toko-toko buku di Jakarta.
Panas teriknya Jum'at itu, terjadi di salah satu pelataran gedung di Universitas Monash, Melbourne, di sela acara Konferensi Demokrasi, yang dihadiri orang-terkemuka Indonesia, termasuk, salah satu yang memeriahkan konferensi, Abdurrachman Wahid, yang saat itu belum menjadi presiden Republik Indonesia.
Semua mereka, saling kenal, saling silang.
10 Mei 2014.
Speaker
Seorang anak di salah satu desa di Tomohon bertanya pada ibunya...
Anak : “Ma...kiapa kalo kita pipis depe bunyi pe alus?? Kong kalo mama pipis babunyi kraas ... ?!”
Mama : “Ngana pi tanya pa ngana pe papa sana ..., dia yang beking rusak mama pe speaker ...!!!
Jumat, 09 Mei 2014
Jumat, 25 April 2014
Senin, 14 April 2014
Nostalgia
Mbah Marjito bernostalgia bersama sahabatnya Mbah Wakidi.
Marjito : Lebih enak jaman Soeharto daripada jaman sekarang.
Wakidi : Maksudmu?
Marjito : Dulu gw masih bisa makan enak. Makan steak, sate kambing dan berbagai makanan msh mudah gw makan.
Wakidi : Emang sekarang gak bisa beli To?
Marjito : Bukan!.. Jaman Soeharto gw masih punya gigi.
Waspada : Taman Safari Indonesia
Mohon untuk menyebarluaskan ke teman dan orang terdekat anda, supaya lebih berhati-hati bila berkunjung ke Taman Safari Indonesia (TSI).
Ini adalah pengalaman kami yang tidak akan kami lupakan seumur hidup. Hari Minggu 30 Maret 2014 kemarin, kami berkunjung ke TSI dengan menggunakan mobil keluarga, 4 orang dewasa dan 2 anak kecil dengan tujuan refreshing.
Belum lama kami berada di TSI, kira-kira 10 menit, mobil kami memasuki area binatang yang bukan binatang buas (kijang, banteng, dan lain-lain). Tiba-tiba mobil kami mogok. Meski sudah mencoba untuk menghidupkan kembali mesinnya beberapa kali, mesin sama sekali tidak bisa dihidupkan. Kami pikir mungkin cipratan air telah menyebabkan mobil kami mogok saat baru saja melewati genangan air seperti sungai kecil di TSI. Meskipun ragu, karena tidak terlihat ada petugas TSI didekat situ, akhirnya paman saya turun untuk membuka kap mesin. Kami tidak membunyikan klakson karena takut mengganggu binatang di TSI. Kami pikir, area ini adalah area yang aman, bukan area binatang buas, jadi kami berusaha tenang menunggu di dalam mobil sambil ngobrol.
Namun tiba-tiba kami terkejut ketika melihat seekor singa yang entah dari mana datangnya sudah berada di belakang mobil kami. Ia berjalan ke arah depan mobil dimana paman kami berada.
Lalu…
Entah kenapa kami semua seperti terhipnotis melihat singa itu mendekati paman kami yang sedang asyik mencari kerusakan mobil dan tidak tahu dengan kedatangan singa itu. Kami benar-benar hanya terpaku melihat singa itu tanpa berusaha untuk memberitahu paman ada bahaya yg datang.
Dan.....
Bertepatan ketika paman menutup kap mesin. Saat itu juga singa sudah ada tepat dibelakang tubuh paman saya, sehingga tampak sangat jelas oleh kami dari dalam mobil bagaimana sangat dekatnya singa terhadap paman...
Dan…..........
Singa itu langsung mencolek bahu paman saya ...... : "Kagak usah takut Om, ............. ane udah kenyang, ...... ane cuma mau ngingetin aja kalo besok tanggal 9 April kita pemilu dan pilih calon anggota DPD RI No. 7, Tok Gajah."
5 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)



